Total Tayangan Halaman

Kamis, 27 Oktober 2022

KISAH AR-RAJJAL BIN UNFUWAH

 


*KISAH YANG SANGAT MENAKUTKAN*

(Mengambil pelajaran dari kisah penuh hikmah, salah seorang tokoh munafik yang pernah hidup bersama Rasulullah ﷺ)

Diriwayatkan Dari Sahabat Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam yang mulia, yaitu Abu Hurairah رَضِي اللَّهُ تعالى عَنْهُ, bahwasanya Rasulullah ﷺ pada suatu hari melintas lewat, disamping Abu Hurairah ada beberapa orang shahabat. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata : 


"Sesungguhnya di tengah- tengah kalian ada seorang lelaki giginya didalam neraka lebih besar daripada Gunung Uhud ".


* Ini adalah berita dari Rasul ﷺ bahwa ada salah seorang dari mereka akan menjadi penghuni neraka.


* Setelah berjalannya waktu, satu demi satu para shahabat رَضِي اللَّهُ تعالى عَنْهُم tersebut wafat diatas kebaikan, diatas Islam dan Iman. Dan tidak tersisa kecuali Abu Hurairah dan seorang lelaki dari Bani Hanifah, bernama Ar-Rajjal bin Unfuwah. Dia termasuk orang yg datang bertemu dengan Rasulullah ﷺ bersama rombongan Bani Hanifah. Jumlah mereka 13-an orang, seluruhnya masuk islam.


Kemudin setelah itu Ar-Rajjal bin Unfuwah terus-menerus bersama Nabi ﷺ, dia mengambil ilmu dari beliau, menghafal Al-Qur'an dan Ahkam serta bersungguh- sungguh dalam ibadah.


Berkata Rofi' bin Khadiij : "Terdapat pada Ar-Rajjal bin Unfuwah kekhusyukan, ketekunan dalam membaca Al-Qur'an dan kebaikan yg menakjubkan".


Dan berkata Ibnu Umar رَضِي اللَّهُ عَنْهُ : "Dia termasuk orang yang paling utama yang datang kepada kami".


Masyaa Allah Tabarokallahu Wa Ta'ala ..... !!!

Dia adalah seorang Hafizh Al-Qur'an, rajin shalat malam dan kuat puasa.


Berita dari Nabi ﷺ masih terus terngiang dan melekat diingatan sahabat mulia Abu Hurairah رَضِي اللَّهُ عَنْهُ. Tiap kali dia melihat Ar-Rajjal bin Unfuwah dan ketekunannya dalam ibadah serta kezuhudan-nya. Maka, Abu Hurairah menyangka dirinya yg akan binasa dan dialah yg dimaksudkan hadits Rasulullah ﷺ. Diapun merasa khawatir dan takut.


Namun, ketika muncul Musailamah Al Kadzdzab di negeri Yamamah dan mengaku sebagai seorang Nabi, dan banyak orang mengikutinya.


Oleh sebab itu, Sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiiq رَضِي اللَّهُ عَنْهُ mengutus Ar-Rajjal bin Unfuwah kepada penduduk Yamamah untuk menyeru mereka kepada Allah Ta'ala. Dan mengokohkan mereka di atas Islam. 


Lalu, ketika Ar-Rajjal bin Unfuwah sampai di Negeri Yamamah, Musailamah menemuinya, kemudian memuliakannya dan menawarkan kepadanya harta dan emas. Dan juga menawarkan kepadanya setengah kerajaannya bila dia menjumpai manusia dan mengatakan kepada mereka: bahwasanya dia telah mendengar Nabi Muhammad ﷺ mengatakan: bahwasanya Musailamah adalah serikatnya(kelompok) dalam kenabiaan.


Maka, ketika Ar-Rajjal bin Unfuwah melihat kenikmatan yang ada pada Musailamah sedangkan dia orang miskin, diapun menjadi lemah dan melupakan keimanannya, puasanya dan zuhudnya.


Akhirnya diapun keluar kepada orang orang yang mengenalinya sebagai seorang shahabat Nabi. Dia bersaksi bahwasanya dia telah mendengar Nabi ﷺ mengatakan: Sesungguhnya dia telah menjadikan Musailamah serikatnya dalam kenabian.


Maka dengan itu fitnahnya Ar-Rajjal bin Unfuwah lebih besar daripada fitnahnya Musailamah Al Kadzdzab sehingga dengan sebab itu banyak orang yang tersesat dan menjadi pengikut Musailamah hingga pasukannya mencapai lebih dari 40 ribu pasukan.


Kemudian sahabat mulia Abu Bakar Ash-Shiddiiq رَضِي اللَّهُ عَنْهُ menyiapkan pasukan untuk memerangi Musailamah, namun mereka kalah di awal peperangan.

Maka Abu Bakar رَضِي اللَّهُ عَنْهُ mengirim tambahan pasukan dan menunjuk Khalid bin Walid (pedang Allah) sebagai panglimanya.


Kemudian terjadilah perang yang sangat sengit dan dahsyat hingga pasukan Musailamah terkalahkan dan Musailamah terbunuh di tangan Wahsyi (pembunuh Hamzah paman Rasul) dan terbunuh pula Ar-Rajjal bin Unfuwah bersama pengikut Musailamah yg lainnya, diapun mati dalam keadaan tercela dan hina di atas kekufuran.


Ketika Abu Hurairah رَضِي اللَّهُ عَنْهُ mengetahui kabar terbunuhnya Ar-Rajjal bin Unfuwah dia tersungkur sujud besyukur kepada Allah Ta'ala setelah dia mengetahui dirinya selamat.


Sahabat sekalian mari cermati dan renungkanlah :

Ar-Rajjal bin Unfuwah hidup bersama Nabi tekun beribadah dan membaca Al-Qur'an lagi zuhud. Akan tetapi hidupnya berakhir dengan keburukan. Dia tersesat dan menyesatkan dan mati di atas kekufuran.


Sedangkan Wahsyi bin Harb yang telah membunuh Hamzah (singa Allah) mendapatkan hidayah Allah Ta'ala, hidupnya berakhir dengan kebaikan dan menjadi salah seorang mujahidin terbaik.


Sahabat pecinta nasehat: 

-Janganlah engkau tertipu dengan ibadahmu, dengan shalatmu, dengan puasamu, dengan zakatmu, dengan shadaqahmu. 


-Berdo'alah kepada Allah agar Dia memberikan ke-Istiqomahan kepadamu dan mengakhiri kehidupanmu dengan kebaikan.


-Dan janganlah engkau mencemo'oh seorangpun dengan dosanya. Berdoalah agar Allah menjadikannya bertobat. Janganlah engkau mencibir saudara muslimmu karena dosanya sehingga Allah menyadarkannya sedangkan dosa itu menimpamu. Dan engkau tidak tau apa yg tercatat di Lauhul Mahfudz tentang nasibmu.


-Yang menjadi barometer adalah akhir kehidupan seseorang.


-Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati kokohkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-MU, dan palingkanlah hati kami dari kemaksiatan kepad-Mu. 🤲


Al Bidayah Wa An-nihayah. 

Karya : Ibnu Katsir : 6/323.

Copas dengan beberapa editan yang diperlukan dan disesuaikan.

Semoga bermanfaat Barokallahu fiikum 🤲🏻.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CONTOH ORGANISASI

QUDWATUL HASANAH(QUWAH) “TELADAN YANG BAIK” Oleh: Ibnu Abdul Qodir Al Ishlahy A.      Latar Belakang Segala puji bagi Allah Rabb semesta ala...